Bismillahirrahmaanirrahiim,
Halo pembaca semua, kali ini aku mau berbagi sesuatu yang menarik dari ceramah jum'at tadi siang. Sang Ustadz mengajak kita berpikir dengan memperhatikan hal2 disekitar kita. Silahkan dibaca, semoga bermanfaat.
Case 1 - Adakah diantara saudara2 pembaca yang pernah melihat pohon yang berbeda buahnya namun letaknya berdekatan? Atau mungkin ada didepan rumah saudara?
Coba kita perhatikan, katakanlah misalnya ada pohon rambutan disebelah pohon mangga. Akar kedua pohon itu bisa dibilang saling berhimpitan dibawah tanah. Tapi pernah gak saudara2 menemukan cerita atau kasus, dimana kedua pohon tersebut saling ketuker buahnya? Si pohon rambutan tiba2 berbuah mangga? Atau kulit buah mangganya berambut2 kaya buah rambutan? Well, sampai saat ini aku belom pernah dengar ada yang demikian hehe.
Case 2 - Air laut itu asin kan? Iya asin. Nah, pernah gak kita makan ikan yang rasanya asin? Ya pernah, ikan asin. Bukan ini yang aku maksud.. Kalo ikan asin mah asinnya karena proses penggaraman. Nah, si ikan itu sendiri, dari sononya rasanya gimana? Sepengatahuan aku sih ngga asin, walaupun dia hidup di dalam laut yang airnya asin.
Nah, kata bapak Ustadz tadi, kedua cases diatas adalah bentuk dari Istiqamahnya makhluk Allah kepada Sang Pencipta.
Case 1 : Walaupun si pohon hidup sebelahan, dia tetap Istiqamah mengikuti apa yang telah 'diprogramkan' Allah buat dia. Kalau Allah nyuruh suatu pohon berbuah mangga, ya dia bakal berbuah mangga, ngga akan dengan congkaknya berbuah durian.
Case 2 : Walaupun si ikan hidup didalam laut yang airnya asin, tapi Allah sudah memberikan dia insang untung menyaring garam dari air laut dan mengeluarkannya kembali. Ikan gak 'ikut2an' asin kaya lingkungan hidupnya, yaitu air laut. Ini juga salah satu bentuk Istiqamahnya si ikan mengikuti apa yang telah 'diprogramkan' ke dia (kecuali mungkin kalo ikannya cacat trus insangnya rusak dsb).
Sekarang, coba bandingkan dengan manusia. Banyak diantara kita manusia, yang masih gampang terbawa arus, walaupun sifatnya negatif. Ya alasannya macam2. Mungkin biar dibilang gaul, atau takut dikucilkan, atau gamau ketinggalan jaman, dll. Padahal Allah sudah memberikan kita 'akal sebagai modal untuk menjalani kehidupan ini. Seringkali Allah mengulang2 didalam Al-Qur'an ayat2 yang merangsang kita untuk berpikir, seperti “afalâ ta’qilun”, “afalâ tatafakkarun”, “afalâ yatadabbaruna al-Qur’ân”.
So, to the point aja :
1. Ayo kita lebih TELITI lagi dengan hal-hal disekitar kita, jangan gampang ikut arus, apalagi yang negatif. "Wah si A udah punya pacar, gue gamau kalah", "Dih, itu orang nerobos lampu merah gapapa, berarti gue juga bisa terobos dong". Ungkapan2 kaya gini mungkin masih sering kita dengar disekitar kita atau bisa jadi kita sendiri salah satunya.
2. Ayo PERBANYAK ISTIGHFAR, karena ga ada manusia yang gak berdosa.
3. MANFAATKAN 'AKAL yang sudah diberikan kepada kita, dan
4. Jaga hati kita dengan memperbanyak DZIKIR dan membaca AL-QUR'AN.
Mudah2an Allah menjadikan kita termasuk orang2 yang Istiqamah di jalan-Nya. Aamiin..
Wallahua'lam.
nice post mik, keep it up..
ReplyDeletejangan lupa buat rajin baca and tabayyun ama info2 yang ada di sekitar, jangan mudah terprovokasi ya miik....
Hai selamat datang, terima kasih atas sarannya saudara denil, ayo den ikut nulis juga :)
ReplyDelete