Bismillahirrahmaanirrahiim,
mulai postingan yang ini, saya mau nyoba menggunakan kata 'saya' untuk kata ganti orang pertama. Lah kenapa? gapapa sih pengen nyoba aja, siapa tau lebih nyaman. hehe. Mudah2an gak menghilangkan ciri khas penulis atau apapun itu lah ya :)
Waktu liburan udah hampir abis (atau buat sebagian kayanya udah abis). Sebagian teman2 saya ada yang masih berada di kampung halaman. Ada juga yang udah balik ke kota tempatnya berdomisili, udah pada mulai sibuk dengan segudang kegiatan kampus yang sudah menunggu. Sebagian lagi juga sibuk mikirin Tugas Akhir (TA), dan sebagian lagi sepertinya juga lagi pusing mikirin jodoh.. (ups! haha maaf kalau ini adalah topik yang tabu bagi saudara :P). Intinya semua sudah kembali ke rutinitas masing2.
Alright, now, lets discuss :)
Kali ini saya pengen bahas soal kata "RUTINITAS". Tadi saya iseng googling singkat tentang arti kata rutinitas. Di kamus-lengkap.blogspot.com ditulis kalau Rutinitas artinya kerutinan; kegiatan yang membudaya; kebiasaan. Nah, apa yang saudara2 pikirkan kalau mendengar (atau membaca) kata rutinitas tsb? Hmm, mungkin hal2 seperti mandi pagi, sarapan, ngantor/ngampus/sekolah, pulang, ngerjain tugas, dan diulangi keesokan harinya, dan esoknya lagi, dan seterusnya.
1. Where is the problem?
Sejujurnya saya ngerasa kata rutinitas ini membawa hawa2 atau nuansa yang sedikit negatif, tepatnya nuansa membosankan. Misalnya, kalo saya menemukan kalimat, "semua sudah kembali ke rutinitas masing2" yang ada di pikiran saya adalah "liburan udah selesai", "semua mulai sibuk ngerjain sesuatu yang itu2 aja", atau "it's time to go back to reality and wait another year for the same occasion, pfftt". Pokoknya sesuatu yang membuat hidup saya terasa 'mono' dan hambar.
Setelah memperhatikan beberapa kenalan dari luar negeri, ada satu hal yang baru saya sadari yang menjadi rutinitas masyarakat Indonesia. Di Indonesia, seolah2 hidup itu (idealnya) dimulai dari lahir, setelah itu sekolah (sd, smp, sma), kuliah, bekerja, menikah, punya anak, dst hingga akhirnya meninggal dunia (walaupun nggak semuanya kaya begini, tapi yang saya amati mayoritas ya seperti ini). Nah, coba bandingkan dengan beberapa kenalan saya dari luar negeri :
Ada yang setelah tamat Abitur di Jerman (setara UN tingkat SMA di Indonesia) menjadi relawan pbb ke negara2 lain, ada yang mencoba bekerja di sebuah perusahaan terlebih dahulu sebelum memulai kuliah, ada yang mengikuti program pertukaran pelajar ke berbagai negara, bahkan ada yang memutuskan untuk mencoba memulai sebuah usaha dari nol. Intinya, lebih bervariasi dibandingkan kebanyakan masyarakat kita.
2. Poin yang ingin disampaikan
Kayanya nih ya, di luar negeri
bisa banyak perusahaan (sekaligus banyak entrepreneur) itu karena mereka
memiliki mindset yang 'bebas' dan ingin terus berkembang (bebas disini
dalam artian yang positif tentunya). Misalnya, orang yang sejak kecil suka melukis melanjutkan hobi lukisnya sampai dia jadi pelukis terkenal, yang pengen jadi pilot masuk sekolah pilot. Orang yang suka pesawat terbang belajar gimana caranya bikin pesawat terbang dan akhirnya bikin perusahaan pembuat pesawat terbang. Bill Gates aja keluar dari rutinitasnya belajar di Harvard demi menyenangi hobinya mengutak atik program komputer.
Sayang rasanya kalo sebagian besar dari kita menjalani hidup secara monoton. Hidup itu luas bro.. hehe. Kalau lebih banyak dari kita yang mau breakthrough dari rutinitas kita, barangkali kita bisa jadi entrepreneur2 hebat nantinya dan bikin lebih banyak lapangan pekerjaan. Saya ngga menyarankan agar saudara berhenti dari pekerjaannya, enggak. Justru dengan breakthrough dari rutinitas, barangkali saudara bisa meningkatkan level karier masing2.
3. What to do?
1. Berhenti menjadikan Ibadah hanya sebagai 'rutinitas' kita.
Eits hati2 ya, saya gak menghimbau buat berhenti beribadah. Justru sebaliknya, kita harus memperdalam ilmu agama kita. Kalau ibadah dijalankan cuma sebagai rutinitas, yaudah jadinya gitu2 aja.. Mono dan Hambar. Tapi coba kita pelajari lebih dalam, gali makna2 apa yang ada dibalik agama itu sebenarnya, InsyaAllah ibadah itu kerasa nikmat. Menurut saya ini kunci pertama buat breakthrough. Tanpa agama, boleh jadi hidup gak kerasa mono, namun malah sebenarnya semuanya semu.
“Ketahuilah oleh kalian, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah
permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan di
antara kalian serta berbangga-banggaan dengan banyaknya harta dan anak,
seperti hujan yang karenanya tumbuh tanam-tanaman yang membuat kagum
para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya
kuning lantas menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada adzab yang keras
dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia itu
tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Al-Hadid: 20)
2. Cari hobi2 positif dan membangun.
Hobi yang positif dan membangun ini adalah langkah kita berikutnya buat breakthrough dari rutinitas kita saudara2. Misalnya, saya selama ini ya juga gitu hidupnya, mono2 aja. Nah, sekarang saya nyoba2 nulis2. Dengan menulis, saya bisa berbagi ilmu yang sudah saya dapatkan, atau berbagi pengalaman2 saya. Nah, otomatis saya juga harus lebih banyak baca, dan itu juga memperkaya wawasan saya sendiri. Banyak juga kisah orang2 sukses yang memulai usahanya dengan menekuni hal2 yang mereka senangi. Silahkan di googling sendiri ya :)
3. Luangkan lebih banyak waktu dan perhatian untuk keluarga.
Hmm, mengenai pentingnya family time ini udah pernah saya bahas di postingan sebelumnya di sini. Bagian2 akhirnya tepatnya. Dengan membagi lebih banyak perhatian buat keluarga, mungkin kita akan lebih termotivasi untuk keluar dari rutinitas kita.
4. Everything has a start.
Semua pasti ada permulaan dan butuh proses. Memang ngga akan instan, kadang butuh waktu bertahun2. Maka dari itu Sabar dan Syukur adalah kunci untuk menjalaninya (boleh liat postingan ini).
5. Kembali berserah diri hanya kepada-Nya.
Percaya aja kalo semua yang terjadi itu atas kuasa-Nya, dan selalu ada hikmah dibalik sesuatu. Pada akhirnya kita semua hanya pelaku kehidupan, sedangkan yang menentukan hasilnya adalah Allah Sang Pencipta. Kalo hasilnya belum memuaskan, sabar, dan kalo hasilnya menyenangkan, jangan lupa bersyukur.
Udah saatnya mencoba hal-hal baru yang positif dalam hidup kita. It's time for breakthrough. Waktunya 'naik kasta' dari orang2 yang biasa2 aja jadi orang yang luar biasa. Haha bahasanya sungguh lah ya. Padahal sendirinya masih gitu2 aja. Maafkan saya.
Mudah2an kita semua sukses breakthrough dari 'rutinitas' kita demi keadaan hidup yang lebih baik. Aamiin.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali
kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka,” (Ar Ra'd :
11).
Wallahua'lam.
Oh ya, karena di awal saya tulis ini merupakan diskusi, saya mohon pendapat, kritik, atau saran dari saudara2 pembaca. Bagi saya, ini adalah breakthrough biar bisa jadi lebih baik, Thankyou :)
No comments:
Post a Comment